Basarnas Perluas Pencarian Korban KM Sinar Bangun hingga 10 Kilometer

SIMALUNGUN – Kepala Tubuh Nasional Penelusuran serta Pertolongan Marsekal Madya TNI M Syaugi menyampaikan, pihaknya memperluas empat bidang penelusuran korban tenggelamnya Kapal Motor Cahaya Bangun di Perairan Danau Toba sampai 10 km. dari tempat perkiraan tenggelamnya kapal.

Karena, sampai sekarang ini, Basarnas serta tim pencari yang lain belum juga temukan korban yang lain.

” Kami saksikan bila belum juga ketemu pasti lebih diperluas sekali lagi lantaran air ada arusnya. Kita mempunyai perhitungan sendiri, terus dibagi ke empat bidang serta dibagi di seputar tempat perkiraan tenggelamnya kapal, kita untuk 4 bidang sejauh 10 km., ” kata Syaugi di Posko Terpadu Kecelakaan KM Cahaya Bangun di Dermaga Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (21/6/2018).

Ia juga menuturkan, tim konsentrasi mencari kehadiran tubuh kapal. Syaugi mengira korban yang hilang terjerat di pada tubuh kapal.

” Peluang beberapa orang ada banyak yang didalam kapal, maka dari itu kita mencari kapal ini. Lantaran hingga 4 hari kita mencari di permukaan cuma temukan tiga orang ini (korban wafat), ” kata Syaugi.

Sampai Kamis itu, berdasar pada data dari Kantor SAR Medan, angka korban selamat, wafat dunia serta hilang belum juga jadi tambah. Mengenai rinciannya terbagi dalam 19 orang selamat, 3 orang wafat dunia, serta 184 orang masih juga dalam penelusuran.

” Kami belum juga memperoleh korban lainnya sekali lagi hingga hari itu, hingga saat ini kita juga masih tetap menanti manifes yang benar ini berapakah, lantaran masih tetap simpang siur, ” kata Syaugi.

” Tetapi tim Basarnas dengan tim lainnya terus bakal serius serta semangat untuk mencari korban-korban, ” sambung dia.

Syaugi menyatakan, sistem penelusuran bakal dikerjakan sepanjang 7 hari. Bila semua korban belum juga diketemukan, penelusuran bakal ditambah 3 hari sekali lagi.

” Sesudah 10 hari bila masih tetap belum juga diketemukan serta ada peluang dapat diketemukan kita bakal lanjut, ” kata dia.

Syaugi pada awal mulanya mengatakan beberapa tantangan dalam sistem penelusuran. Pertama, Danau Toba mempunyai dalaman seputar 300 sampai 500 mtr.. Airnya juga keruh serta sangatlah dingin, sebagai tantangan sendiri dalam sistem penyelaman.

” Didalam telah diselami hingga 50 mtr. masih tetap belum juga diketemukan apa-apa lantaran cukup gelap didalam. Airnya keruh serta dingin sekali, ” tutur Syaugi dalam konferensi pers di Posko Nasional Angkutan Lebaran 2018 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (20/6/2018).

Syaugi mengungkap, tim penyelam juga telah memakai senter untuk mencari korban di di air. Walau demikian, senter itu cuma dapat mencapai jarak pandang 5 mtr..

” Masalah yang dihadapi apa? Pertama, cuaca di situ, apabila hujan. Dinginnya air. Menyelam saat malam hari dapat dipikirkan begitu dinginnya, ” terang Syaugi.

KM Cahaya Bangun terbenam pada Senin (18/6/2018) jam 17. 15. Kapal motor itu terbenam sesudah meninggalkan dermaga sejauh 500 mtr..

Baca Juga : Trump akan Bertemu Ratu Elizabeth II dalam Kunjungan Pertamanya ke Inggris

Ketika momen ini berlangsung, cuaca dalam keadaan hujan deras dibarengi angin kencang serta petir. Ketinggian gelombang diprediksikan sampai meraih 2 mtr..

KM Cahaya Bangun juga tak diperlengkapi jaket pengaman serta sekoci yang banyaknya sesuai sama kemampuannya. encarian Korban KM Cahaya Bangun sampai 10 Km.