Bekasi Ajukan Bantuan Keuangan Rp 1 Triliun, DKI Setujui Rp 602 Miliar

JAKARTA – Kepala Biro Tata Pemerintahan DKI Jakarta Premi Lasari menjelaskan Pemerintah Propinsi DKI Jakarta sudah menyepakati Rp 602 miliar pertolongan keuangan serta keharusan buat Pemerintah Kota Bekasi.

“Kan ia tempo hari mengajukannya Rp 2 triliun kan? Lalu dicabut Rp 1 triliun, yang kami setujui Rp 602 miliar,” kata Premi di Komisi A DPRD DKI Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Sekitar Rp 602 miliar itu terbagi dalam Rp 199 miliar dana kemitraan atau uang berbau serta Rp 403 miliar dana pertolongan keuangan berbentuk hibah. Dana kemitraan itu adalah keharusan kesepakatan kerja sama (PKS) DKI dengan Bekasi.

“Kan tempo hari itu kan (PKS) ada adendum kan yang menambahkan pekerjaan fasilitas serta prasarana Kota Bekasi. Karenanya ada adendum yang telah di tandatangani Pak Gub serta Pak Wali Kota Bekasi, yang tunjukkan jika Pak Gub begitu intens untuk pendidikan buat anak Bantargebang jadi Pemkot Bekasi lakukan mengajukan serta telah kita setujui,” kata Premi selesai rapat bersama dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Sedang dana pertolongan keuangan sebesar Rp 403 miliar, kata Premi pada akhirnya di setujui sesudah Pemkot Bekasi lengkapi referensi tehnis yang diserahkan. Pertolongan keuangan itu akan dipakai untuk mengakhiri flyover Rawa Panjang serta Cipendawa yang awal mulanya telah dibiayai oleh DKI.

“Nah saat ini mereka telah memberi dokumen peerencanaanya, mereka telah kasih semua, lalu dicheck oleh Dinas Bina Marga DKI, hingga keluar dua biaya flyover itu sebesar Rp 403 miliar,” tutur Premi.

Biaya sebesar Rp 602 miliar ini akan diserahkan di Tubuh Biaya DPRD DKI Jakarta untuk setelah itu dianggarkan di APBD 2019.

Pemkot Bekasi telah ajukan proposal dana kemitraan pada Pemprov DKI Jakarta pada Mei 2018. Keseluruhan dana yang diserahkan sampai hampir Rp 1 triliun.

Baca Juga : Pahami Persoalan DKI, Syaikhu Dekati Para Tokoh dan Ulama

Akan tetapi sebab dokumen belumlah komplet, proposal itu dikembalikan untuk diperlengkapi terlebih dulu. Lalu, pada Oktober ini, Pemkot Bekasi kembali ajukan dana kemitraan sebesar Rp 2,09 triliun untuk tahun biaya 2019.

Dana itu dialokasikan untuk kelanjutan pembangunan flyover Rawapanjang, flyover Cipendawa, sampai pembangunan crossing Kali Buaran.

Akan tetapi Wali Kota Bekasi Karunia Effendi menjelaskan, pihaknya akan menarik proposal sejumlah Rp 2 triliun itu serta kembali ajukan proposal awal mulanya yang sejumlah Rp 1 triliun.