CEO Dortmund Ragu Jadon Sancho Bakal Selamanya di Signal Iduha Park

DORTMUND – CEO Borussia Dortmund, Hanz-Joachim Watze, menyimpan keraguan bahwa salah satu bintang muda klubnya, yakni Jadon Sancho, bakal terus bermain bersama Die Borussen –julukan Dortmund. Watze yakin suatu hari nanti bakal tiba saatnya Sancho meninggalkan Dortmund.

Sebagaimana diketahui sejak melakoni laga debut bersama tim utama Dortmund, kemampuan Sancho memang mencuri perhatian banyak kalangan. Bahkan pada musim 2018-2019, winger berusia 19 tahun itu benar-benar memiliki peran vital dalam permainan Dortmund.

Ya, Sancho berhasil melalui 43 pertandingan bersama Dortmund dengan menyumbangkan 13 gol serta 19 asist. Penampilan impresif Sancho tersebut memang membuat namanya kencang dikait-kaitkan dengan sejumlah klub papan atas Eropa.

Liverpool dan Manchester United menjadi klub yang paling meminantinya. Meski pada akhirnya upaya kedua klub tersebut untuk bisa mengamankan jasa Sancho urung terjadi, karena sang pemain lebih memilih bertahan di Signal Iduha Park –markas Dortmund.

Meski begitu, Watze menyadari betul bahwa Dortmund tidak bisa selama-lamanya bisa meyakinkan Sancho untuk tetap bertahan. Pria berkebangsaan Jerman tersebut yakin suatu saat nanti, Sancho bakal meninggalkan Dortmund untuk bergabung dengan klub lebih besar lagi.

“Tidak ada banyak pemain berusia 19 tahun dengan potensi sebesar itu. Saat Anda memiliki seorang pemain seperti Jadon Sancho, Anda harus menaksir situasinya setiap tahun,” ucap Watze, seperti diberitakan oleh The Sun, Kamis (15/8/2019).

Baca Juga : Susy Susanti: Indonesia Targetkan Satu Gelar Juara di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019

“Hal-hal lainnya tidak akan terus terang. Apabila seorang pemain asing tidak yakin bahwa klubnya sekarang tepat untuk dia dalam waktu tertentu, maka itu tidak masuk akal,” sambung pria berusia 60 tahun tersebut.

“Seorang petinggi dari salah satu klub bertanya kepada saya apakah terdapat sebuah peluang (untuk bisa merekrut Sancho), tapi saya bilang di langsung bahwa dia mesti melupakan hal itu dan dia tidak pernah mengontak lagi,” tuntasnya.