Eksekusi Pengurus Gereja Bethany Surabaya Dimaksud Salah Tujuan

Eksekusi Pengurus Gereja Bethany Surabaya Dimaksud Salah Tujuan

                 SURABAYA, Eksekusi pengurus Gereja Bethany yang dikerjakan juru sita Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (26/7/2017) lantas, dimaksud salah tujuan.

Sebab, Gereja Bethany serta jemaatnya tidak berkaitan segera dengan perkara hukum sebagai penyebabnya eksekusi dikerjakan.

” Eksekusi kapan hari itu salah tujuan, karna jemaat serta Gereja Bethany tidak tengah berperkara, ” kata kuasa hukum Gereja Bethany Surabaya, Hans Edward Hekakaya, Jumat (28/7/2017).

Baca Juga : BI Resmikan Kantor Perwakilan di Kalimantan Utara

Pengurus induk organisasi jemaat gereja, kata dia, memanglah pernah bersitegang hukum masalah jabatan di organisasi Majelis Pekerja Sinode.

” Tetapi sekarang ini organisasi telah di pimpin oleh orang yang telah tidak berperkara, ” tuturnya.

Pengurus yang bersitegang hukum masalah jabatan disebut yaitu pada Leonard Limanto dengan Abraham Alex Tanusaputera pada 2013. Leonard Limanto menuntut Alex masalah jabatannya di Majelis Pekerja Sinode. Seteru hukum itu naik hingga ke tingkat kasasi Mahkamah Agung.

Satu tahun lalu, singkat narasi, ke-2 belah pihak setuju damai. Berdasar pada perjanjian damai itu, PN Surabaya keluarkan penetapan eksekusi pengurus pimpinan Alex dengan nomor 82/EKS/2016/PN. Sby.

” Jadi salah alamat bila eksekusi dikerjakan di Gereja Bethany, karna induk organisasi diatas Gereja Bethany telah bukanlah sekali lagi yang di pimpin Alex, ” tegasnya.

Terlebih dulu, juru sita PN Surabaya batal membacakan putusan eksekusi pada Rabu lantas, karna dihadang serta diusir oleh beberapa ratus Jemaat Gereja Bethany Surabaya yang telah menanti di jalan masuk gereja yang berada di Jalan Nginden Intan Timur, Surabaya itu.

Support by : kompas.com