ICW: Tak Bisa Lagi Mengelak, Roy Suryo Sebaiknya Kembalikan Barang Milik Negara

JAKARTA — Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz merekomendasikan bekas Menteri Pemuda serta Berolahraga (Menpora) Roy Suryo untuk selekasnya menyelesaikan masalah dengan Kemenpora berkaitan masalah 3.226 barang punya negara yang nilainya seputar Rp 8 miliar-Rp 9 miliar itu.

“Harusnya Roy Suryo semestinya kooperatif ya, jika memang itu ada. Lagi, jika memang itu ada. Karena, susah jika pemerintah itu menuding (Roy Suryo) tiada suatu basic,” kata Donal di DPP PSI, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Karena, kata Donal, keinginan dari Kemenpora itu berdasar pada audit Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga susah buat Roy ataupun pihak berkaitan yang lain untuk meremehkan audit BPK.

“Menjadi, bukan nada dari pemerintah, tetapi audit BPK. Pada titik itu, susah buat Roy Suryo untuk menghindar karena hasil audit itu dari BPK,” katanya.

Donal juga menjelaskan, semestinya Roy berjalan cepat tiada menanti instruksi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memberi waktu tujuh hari pada Roy untuk menyelesaikan masalah itu.

“Semestinya kan kooperarif tak perlu menanti instruksi SBY. Menurut saya, semestinya kooperatif supaya persoalan ini tuntas,” tuturnya.

Ia mengatakan, jika masalah ini tidak diselesaikan secara cepat, akan berefek negatif buat Demokrat, publik, serta penyelenggara negara.

“Tidak bagus buat partainya, serta menjadi preseden jelek buat publik serta petinggi negara. Besok-besok orang habis menjadi kepala dinas, contohnya, mengambil saja mobil dinasnya. Kan dapat demikian,” katanya.

Seperti didapati, lewat suratnya, Kemenpora memohon Roy Suryo sebagai bekas Menpora RI periode 15 Januari 2013 sampai 20 Oktober 2014 kembalikan 3.226 unit barang punya negara.

Baca Juga : Klasemen MotoGP, Dovizioso Rebut Posisi Dua dari Rossi

Menpora Imam Nahrawi menyampaikan, barang punya negara yang disangka masih tetap ada dalam perebutan Roy Suryo sampai optimal Rp 9 miliar.

“Tidak sampai (beberapa ratus miliar). Setahu saya pada Rp 8 miliar sampai Rp 9 miliar,” tutur Imam waktu didapati di Istana Presiden Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/9/2018).