Ma’ruf Amin: Pembangunan Infrastruktur di Papua Tak Boleh Berhenti

JAKARTA – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma’ruf Amin menegaskan pembangunan infrastruktur di Papua tidak boleh terhenti karena adanya pembantaian pekerja yang sedang menuntaskan jalur Trans Papua di Nduga.

“Jangan sampai karena adanya penembakan kemudian ada keraguan atau berhenti membangun. Pembangunan harus berjalan terus,” kata Ma’ruf Amin saat berbincang bersama media dirumahnya Jalan Situbondo, Jakarta, Kamis (6/12/2018), seperti dikutip Antara.

Dia mengatakan, pembangunan infrastruktur di Papua harus terus berjalan karena dibutuhkan masyarakat lokal.

Ma’ruf juga meminta aparat keamanan memberikan perlindungan kepada masyarakat Papua.

“Pembangunan di sana sangat penting dalam rangka pemerataan fasilitas kepada masyarakat dan juga menghilangkan disparitas daerah. Jangan sampai kasus ini menimbulkan keraguan, harus dilanjutkan dan masyarakat Papua juga harus mendapatkan perlindungan prima, ” jelasnya.

Ma’ruf mengaku prihatin atas pembunuhan 19 pekerja di Nduga. Menurut dia, pemerintah perlu menyampaikan penilaian secara utuh terkait dalang peristiwa tersebut.

Baca Juga : Kata Pele Soal Neymar yang Doyan Diving

“Sampai saat ini kita masih sebut KKB, kelompok kriminal bersenjata. Apakah bisa disebut pemberontak, itu harus keputusan negara supaya tidak terjadi perbedaan. Kita akan coba sampaikan ke pemerintah untuk bisa menyampaikan penilaian yang utuh,” jelasnya.

Diberitakan, kelompok bersenjata di Papua, Sabtu (1/12/2018), membunuh 20 orang Kabupaten Nduga. Korban terdiri dari 19 pekerja proyek jembatan Kali Yigi-Kali Aurak di jalur Trans Papua. Satu korban jiwa lainnya adalah seorang orang personel TNI.