Panen Kritik Usai Crash Horor, Johann Zarco Bilang Begini

Agen Judi Online – Johann Zarco dicecar kritik selesai terjebak kejadian beresiko di MotoGP Austria minggu kemarin. Pembalap team Reale Avintia Ducati itu membalas semua hujatan itu.

Zarco dipandang bertanggungjawab atas kecelakaan mengerikan di Circuit Red Bull Ring pada seri MotoGP Austria, Minggu (16/8/2020) malam WIB. Ia dipandang masuk di jalan motor Franco Morbidelli serta pada akhirnya ditabrak di Kelokan 3 waktu balapan tersisa 20 lap lagi.

Karena tabrakan itu, kedua-duanya tidak dapat lagi meneruskan balapan. Bukan hanya itu, motor Zarco serta Morbidelli sampai terpelanting serta hampir menghajar Valentino Rossi serta Maverick Vinales yang tengah meluncur kuat di trek.

Peristiwa itu adalah yang ke-2 kalinya dengan cara berturut-turut Zarco terjebak kejadian ditengah-tengah balapan. Awalnya, pembalap asal Prancis itu bersinggungan dengan Pol Espargaro di MotoGP Ceko serta menyebabkan pembalap KTM itu jatuh serta tidak berhasil finish.

Johann Zarco juga langsung mendapatkan hujatan karena style balapannya yang dipandang beresiko. Morbidelli menunjuk pembalap 30 tahun itu untuk ‘setengah pembunuh’ yang dia anggap tidak pikirkan keselamatan seseorang, sesaat Rossi menyebutkan Zarco tidak menghargai rider-rider yang lain.

Baca Juga : Griezmann Jadi Pemilik Baru Nomor Tujuh Barcelona

Semua kritik yang dialamatkan padanya itu ikut sampai ke telinga Zarco. Bekas pembalap KTM itu balik menggempur beberapa pengkritiknya serta memandang mereka sedang cari kambing hitam ditengah-tengah semua kesusahan yang dirasakannya.

“Saya ketahui bila terdapat beberapa kritikan pada saya semasa satu minggu ini, tapi saya juga repot mengendalikan operasi pergelangan tangan saya serta tidak dapat habiskan waktu di sosial media sebab saya tidak bisa betul-betul bicara menantang semua kritikan itu,” kata Zarco, dikutip dari Crash.

“Mudah sekali memang meletakkan semua amarah pada seseorang yang sekarang ini tidak berkekuatan. Saya tiba dari musim yang susah, lantas membuat keyakinan diri saya sesudah semua permasalahan hidup serta balapan yang saya alami semasa satu tahun ini. Tidak gampang untuk dapat balik lagi ke pucuk, jadi itu kenapa bertambah gampang cari seseorang untuk dilimpahkan semua energi jeleknya,” ia memberikan tambahan.

“[Setelah kecelakaan] Saya susah buat berdiri serta saya harus bernapas untuk lihat apa semua baik-baik saja. Lantas saya pergi menjumpai Franco serta yang saya katakan pertama-tama ialah ‘di mana kamu merasai sakitnya?’. Itu untuk lihat apa saya kemungkinan dapat membantunya.”

“Jadi sebetulnya saya ikut menanggung derita, tapi saya berdiri serta berupaya menolong rekan yang berkompetisi dengan saya. Sayangnya beberapa orang tidak menyaksikannya semacam itu, umumnya pembalap menunjuk saya lakukan kekeliruan.”

“Yang pertama ialah Franco serta Valentino. Saya langsung bicara dengan mereka serta buat saya itu penting. Kemungkinan saya memang lugas serta semestinya tidak melakukan dengan cara itu, tetapi minimal buat saya ini telah jelas,” tutur Johann Zarco.