Pemerintah Israel Sempat Minta AS Tak Pangkas Dana untuk UNRWA

TEL AVIV – Pemerintah Israel dikabarkan sempat meminta kepada Amerika Serikat untuk tidak memangkas anggaran dana yang ditujukan kepada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, di Gaza.

Menurut surat kabar Israel Hayom, permintaan itu menyusul kekhawatiran akan terjadinya kericuhan serta sebagai upaya mencegah situasi kemanusiaan yang memburuk di kawasan kantong di Gaza.

Surat kabar tersebut mengutip sumber di dalam pemerintah, mengungkapkan bahwa permintaan tersebut disampaikan kepada perwakilan AS beberapa bulan lalu. Meski demikian, sikap Israel tidak berubah sejak itu.

Pada Januari lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan AS akan menahan dana sebesar 300 juta dollar (sekitar Rp 4 triliun) yang sebelumnya dialokasikan untuk UNRWA.

Kekurangan dana memaksa organisasi itu untuk memangkas ratusan pekerjaan di Gaza dan Tepi Barat. Gaji staf juga tertunda dan berbagai operasi ditangguhkan.

Hal tersebut memicu aksi protes dari para staf minggu lalu, yang kemudian menyita barang-barang di markas besar.

Hampir satu juta pengungsi Palestina telah menggantungkan nasibnya pada UNRWA untuk bantuan pangan darurat. Jumlah pengungsi tersebut mengalami peningkatan hingga sepuluh kali lipat sejak tahun 2000.

Baca Juga : Prabowo-Sandiaga Sudah Ajukan Bertemu PBNU, tetapi Belum Dijawab

Badan Pengungsi Palestina itu juga bertanggung jawab untuk pengelolaan ratusan sekolah bagi anak-anak pengungsi di Jalur Gaza, di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, Lebanon, Yordania dan Suriah.

UNRWA juga membantu pendistribusian bantuan dan menyediakan layanan penting lainnya bagi para pengungsi Palestina, termasuk pusat pelatihan guru, klinik ksehatan juga layanan sosial.