Petrucci Geram dengan Marquez karena Telah Dimanfaatkan

LOSAIL – Niat awal ingin berada di dua barisan terdepan, pembalap Tim Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci, justru harus puas start dari posisi ketujuh pada balapan perdana MotoGP 2019 nanti, Senin 11 Maret 2019 dini hari WIB. Ia gagal meraih kecepatan terbaiknya ketika melakoni sesi kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar.

Meski kecewa karena tak berada di posisi enam besar, namun ada hal lain yang membuat Petrucci lebih kesal. Kekesalan yang dimaksud datang dari ulah rider Repsol Honda, yakni Marc Marquez. Petrucci merasa sudah dimanfaatkan oleh Marquez ketika sesi kualifikasi berlangsung.

Petrucci geram karena taktik Marquez yang memanfaatkan dirinya telah membuat sang juara dunia MotoGP musim lalu tersebut menempati posisi ketiga saat balapan sesungguhnya nanti. Ia merasa seperti seorang tikus yang dikejar-kejar oleh kucing (Marquez) di lintasan pada dini hari tadi.

Rekan setim Andrea Dovizioso itu memang benar-benar telah dimanfaatkan Marquez. Jadi ketika kualifikasi, Marquez selalu berada di belakang motor Petrucci untuk memanfaatkan slipstream dari laju pembalap asal Italia tersebut. Petrucci sendiri sadar telah dimanfaatkan saat itu, namun entah mengapa ketika dirinya mencoba untuk lepas dari bayangan Marquez, hal tersebut selalu gagal.

Baca Juga : Tumbangkan Burnley 4-2, Klopp: Gol Pertama Burnley Karena Angin

“Marc (Marquez) adalah kucing dan saya tikus. Dia menang hari ini. Strategi dia berhasil, dan saya membiarkannya berhasil. (Saat run pertama) saya menekan. Saya katakan,’Oke’, saya menempuh satu lap pada 90% karena saya tahu Marc di belakang dan saya bisa memberinya tow (slipstream). Tapi saya tahu, saya punya peluang lainnya,” jelas Petrucci, dilansir dari Motorsport, Minggu (10/3/2019).

“Saat run kedua, itu sama. Namun saya tidak punya waktu di akhir. Saya menunggu satu lap lagi, tetapi kemudian ada satu menit tersisa, saya memutuskan untuk menekan. Dia menggunakan 100% dari strateginya. Saya memberinya tow (slipstream) dan itu berguna baginya. Ketika Marc sedikit berjuang, dia menggunakan semua yang dia miliki. Dan sayangnya, kali ini saya adalah salah satu senjatanya!” tukasnya.