Politisi PKB Sebut Jokowi Belum Peduli pada Pesantren

SEMARANG – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fathan Subkhi mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo terkait lembaga pendidikan pesantren.

Fathan menilai, kebijakan pemerintah selama ini belum berpihak pada santri dan dunia pesantren.

Hal itu disampaikan Fathan dalam soft launching Bank Wakaf Mikro dan Lembaga Keuangan Syariah Mikro di Pondok Pesantren Futuhiyah, Mranggen, Demak, Jumat (27/7/2018).

“Ini kritik pada Pak Jokowi yang belum care pada pesantren. Pesantren dan santri belum mendapat perhatian yang layak,” kata Fathan.

Anggota Komisi XI DPR ini mengatakan, pemerintah harus lebih memperhatikan pesantren, salah satunya melalui pengembangan ekonomi pesantren.

Hal yang nyata, kata dia, dapat mulai dilakukan dengan pembentukan Bank Wakaf Mikro dan Lembaga Keuangan Syariah di pesantren untuk santri dan masyarakat di sekitar pesantren.

Apalagi pembiayaan melalui Bank Wakaf Mikro berjalan dengan tidak ada agunan dan memungut bunga.

Melalui pembiayaan itu, ia yakin pengurangan kemiskinan bisa lebih cepat karena masyarakat sekitar diajak untuk berusaha.

“Bank Wakaf Mikro ini model pengurangan kemiskinan melalui sektor usaha mikro dan pemberdayaan masyarakat kecil,” ujarnya.

Fathan meminta pemerintah serius agar Bank Bakaf Mikro diimplementasikan di semua pesantren di Indonesia.

“Bank Wakaf Mikro ini memotong birokrasi perbankan, mendekatkan perbankan ke masyarakat. Nasabah ibu rumah tangga. Pemerintah harus mendengar masukan ini,” paparnya.

40 pesantren

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiana menambahkan, untuk tahun 2018 ditargetkan minimal 40 Bank Wakaf Mikro di pesantren hadir di Indonesia.

Sejauh ini, baru 26 Bank Wakaf Mikro yang telah beroperasi di lingkungan pesantren dengan 5.735 nasabah. Total pembiayaan mencapai Rp 6,05 miliar.

“Komitmen OJK untuk kembangkan usaha mikro. Kami akan terus kembangkan ini di pesantren-pesantren di Indonesia,” tambahnya.

Keuntungan dari lembaga keuangan ini selain tidak ada agunan, proses juga lebih mudah ketimbang perbankan besar. Karena kemudahan ini, masyarakat di lingkungan pesantren diminta untuk tidak lagi meminjam modal ke rentenir.

“Pembiayaan ini bisa membantu kehidupan lebih baik. Jadi, kalau ingin proses lebih mudah, datang ke bank mikro. Kalau datang ke bank besar, prosedur panjang,” tandasnya.

Baca Juga : Bupati Lampung Selatan dan Orang Kepercayaannya Sama-sama Kader PAN

“Bank wakaf jadi solusi akses modal bagi masyarakat yang belum terhubung lembaga formal. Kami harap masyarakat makin produktif. Kalau warga sejahtera, perekonomian ajak tumbuh,” pungkasnya.

Sapa santri kali ini mengunjungi santri di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong di Probolinggo, Jawa Timur.