Ralat Ucapannya, Sandiaga Akui Kinerja Susi Luar Biasa

JAKARTA – Cawapres nomer urut 02 Sandiaga Uno meralat ucapannya yang sudah sempat janji untuk memudahkan perizinan nelayan dalam berlayar serta tangkap ikan.

Dia mengaku jika dibawah kepemimpinan Susi Pudjiastuti, Kementerian Kelautan serta Perikanan (KKP) telah memberikan keringanan buat nelayan.

Perihal ini dikatakan Sandiaga menjawab memprotes yang awal mulanya dikatakan Menteri Susi.

Sandiaga mengutarakan, waktu berkunjung ke kampung nelayan di Indramayu waktu lalu, dia cuma coba tangkap masukan dari penduduk.

Dia dengar masukan nelayan berkaitan sulitnya memperoleh surat izin penangkapan ikan.

“Itu sisi dibanding kami tangkap masukan serta masukan telah kami berikan. Itu memang pekerjaan kami menjadi yang ingin mengemukakan masukan ke penduduk. Serta kita terima kasih sekali. Ada gerak cepat dari kawan kita Ibu Susi,” kata Sandiaga.

Sandiaga suka masukan itu dapat didengar langsung oleh Menteri Susi.

Dia mengaku kapasitas Susi mengagumkan dalam mempermudah nelayan untuk melaut.

“Iya telah (ada ketentuan yang memudahkan nelayan). Kami malah berterima kasih pada Bu Susi sebab tanggal 10 Oktober saya ada disana, tanggal 12 Oktober telah ada yang di-launching e-service. Jadi itu mengagumkan tindak gerak cepat oleh KKP,” kata Sandiaga.

Waktu di tanya apa kebijaksanaan yang mempermudah nelayan itu baru muncul sesudah kunjungan Sandiaga ke Indramayu, Sandiaga membantahnya.

Menurut Sandi, kebijaksanaan yang memudahakn nelayan sudah dikerjakan KKP sejak dahulu.

“Tidak juga. Itu sudah digerakkan serta ini publikasi yang perlu selalu dikerjakan,” jawab Sandiaga.

Sandiaga juga mengakui malas menyikapi lebih jauh memprotes Susi sebab tidak ingin terjerat dengan perang komentar di alat.

Dia mengakui ingin mendatangkan kampanye yang sejuk. Sandiaga malah berseloroh serta mengharap tidak ditenggelamkan oleh Susi.

“Saat saya tidak ditenggelamkan Bu Susi, aman. Tidak ditenggelamkan, yang terpenting itu saja,” kata Sandiaga sambil ketawa.
Memprotes Susi

Susi Pudjiastuti menyatakan, nelayan Indramayu bisa digolongkan menjadi nelayan kecil dengan kemampuan kapal dibawah 10 gross tonnage serta tidak memerlukan perizinan untuk melaut.

Nelayan cuma harus untuk melapor.

“Kami belum pernah persulit izin penangkapan ikan, mengapa demikian sebab kami ingin majukan perikanan indonesia, tidak ada persulit izin,” kata Susi, Rabu (17/10/2018).

Susi mengatakan, pihaknya pada tanggal 7 November tahun 2014, sudah menerbitkan Surat Edaran dari Menteri Kelautan serta Perikanan yang menuturkan jika kapal-kapal 10 GT telah tak perlu kembali membuat izin, tapi mesti tercatat.

Hasil tangkapan harus juga masuk ke Tempat Pelelangan Ikan, serta pemerintah daerah ditempat harus juga tahu, berapakah jumlahnya tangkapannya, serta siapapun yang beli.

Mengenai buat kapal dengan kemampuan diatas 30 GT diharuskan mengatur administrasi serta birokrasi ke Kementerian Kelautan serta Perikanan (KKP).

Administrasi itu meliput Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), Surat Izin Kapal Pengangkutan Ikan (SIKPI).

Bila tidak, jadi KKP bisa tindak tegas dengan mencabut surat-surat izin itu.

Lalu untuk kapal kemampuan 10 GT – 30 GT, administrasi perizinan diurus dalam tingkat propinsi.

Susi menyatakan, perizinan itu untuk mendata kepatuhan pemilik kapal, terpenting buat pemilik kapal 30 GT yang sebenarnya tidak digolongkan menjadi nelayan sebab volume tangkapan serta pendapatan yang melewati nelayan umum.

Baca Juga : Paul Scholes Bicara Sebab Pogba Tampil Tak Konsisten di Man United

Ditambah lagi pemilik kapal ukuran besar masih tetap sering lakukan pemalsuan laporan hasil tangkap serta turunkan penghasilan pajak negara dalam bidang perikanan.

Jika merujuk pada Surat Edaran yang sudah KKP keluarkan, nelayan dengan kemampuan kapal 10 GT seperti di Indramayu dibebaskan dari perizinan.

“Janganlah asal ngomong dahulu, baca dahulu undang-undang perikanan baru bicara. Janganlah bawa serta rumor sektoral ke ranah politik,” kata Susi.