Setelah Lebaran, Kereta MRT Mulai Diuji Coba

JAKARTA – Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar memastikan kereta mass rapid transit (MRT) akan diuji coba untuk fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) pada bulan Agustus 2018.

Uji coba dilakukan untuk mengecek sistem secara keseluruhan sebelum berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu trial run atau uji coba kereta tanpa penumpang pada Desember 2018.

“Progress MRT Jakarta sampai hari ini 94,2 persen untuk fase 1. Bulan Agustus kami mulai menjalankan kereta untuk pengecekan seluruh sistem, integrated testing, dan commissioning,” kata William saat ditemui di proyek stasiun MRT Senayan, Senin (11/6/2018).

William menjelaskan, saat ini sudah ada dua rangkaian kereta yang datang, di mana satu rangkaian terdiri dari enam kereta.

Sementara, rangkaian kereta berikutnya akan datang pada Juli mendatang, yakni set ke-3 dan ke-4 hingga 16 set terpenuhi pada November.
Petugas melakukan perawatan rutin rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo MRTJ, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2018). Direktur Utama MRTJ William Sabandar menyatakan hingga 25 April 2018 proses pembangunan MRT sudah mencapai 93,45 persen. saat diskusi dengan media dia Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.WARTA KOTA/ALEX SUBAN

Petugas melakukan perawatan rutin rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta di Depo MRTJ, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2018). Direktur Utama MRTJ William Sabandar menyatakan hingga 25 April 2018 proses pembangunan MRT sudah mencapai 93,45 persen. saat diskusi dengan media dia Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Dia mengatakan, pengerjaan utama berupa pasokan listrik serta sistem persinyalan telah dipasang.

PT MRT Jakarta bekerja sama dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik dan daya yang dibutuhkan.

“Suplai listrik 60 megawatt, itu suplai untuk fase 1. Dengan PLN kami bekerja sama, kami punya gardu khusus untuk menerima (listrik) dari PLN,” ujar William.

Sembari menyiapkan uji coba, PT MRT Jakarta juga sedang mengebut pengerjaan merapikan jalan, trotoar, dan akses masuk ke stasiun MRT.

Kereta mass rapid transit (MRT) terlihat di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan kedatangan dua rangkaian angkutan massal cepat (MRT) dan total sudah 12 unit kereta MRT berada depo MRT Lebak Bulus/GARRY ANDREW LOTULUNG

Baca Juga : PAN Serius Wacanakan Amien Rais Jadi Capres 2019

Kereta mass rapid transit (MRT) terlihat di Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan kedatangan dua rangkaian angkutan massal cepat (MRT) dan total sudah 12 unit kereta MRT berada depo MRT Lebak Bulus.

Menurut dia, seluruh pengerjaan itu sudah harus selesai pada Agustus 2018, sebelum pelaksanaan

“Kami kerjakan arsitektur, finishing, lalu entrance yang sedang kami kebut sekarang ini karena pada saat kami merapikan (jalan di) Sudirman, sekaligus kami merapikan entrance-nya. Akan ada overlapping antara pekerjaan fisik dan testing itu, jadi tidak menunggu semua pekerjaan fisik selesai,” ujar Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim pada saat bersamaan.