Video Dukungan Pasangan Capres Beredar, Bawaslu Panggil Bupati

POLEWALI MANDAR – Beredarnya video lima bupati dan wakil gubernur yang menyatakan dukungan politiknya kepada salah satu pasangan capres membuat Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar dipanggil Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (19/10).

Ketua Bawaslu Saifuddin mengatakan, pemanggilan ini sebagai klarifikasi terkait beredarnya video tersebut. Sebab, yang bersangkutan merupakan orang yang punya jabatan. Sementara, dalam Undang-Undang Pemilu, kewenangan dalam kampanye pejabat negara itu dilarang.

Hal ini diduga telah melanggar Undang-Undang Pemilu nomor 7 tahun 2017, pasal 547, dengan ancaman pidana 3 tahun penjara dengan denda Rp 36.000.000.

“Sesuai regulasi kami akan lakukan kajian apakah ada unsur penggunaan kewenangan yang dimiliki oleh yang bersangkutan. Hasil klarifikasi itu nantinya akan di serahkan ke Bawaslu Provinsi Sulbar dan akan dikaji,” jelas Saifuddin.

Saifuddin menyatakan, hasil pemeriksaan itu akan dikaji ulang apakah ada unsur yang perlu dikembangkan.

Di salah satu video itu ada jabatan yang diucapkan dan ada bupati yang masih menggunakan pakaian dinas dan lambang Garuda.

“Harusnya pejabat atau ASN yang akan melakukan kampanye itu harus minimal memiliki ijin cuti. Nah ini akan kami lihat, apakah ini bagian dari kampanye atau tidak,” katanya.

Andi Ibrahim Masdar yang dikonfirmasi mengatakan, sebagai warga negara yang baik dirinya telah memenuhi panggilan Bawaslu untuk melakukan klarifikasi.

Menurut bupati yang akrab disapa AIM ini, video tersebut dibuat oleh seseorang usai menghadiri salah satu kegiatan di ruangan Gubernur Sulawesi Barat beberapa hari lalu. Dirinya kemudian diajak untuk berfoto bersama dengan para bupati lainnya dan wakil gubernur.

Ia juga membantah telah mengajak masyarakat untuk memilih salah satu capres,

“Itu hanya spontanitas saja dan tidak ada kesengajaan. Saya hanya diajak berfoto bersama, saya tidak mengenakan pakaian dinas, hanya ikut saja menaikkan simbol jari saja,” ujarnya, usai diperiksa di kantor Bawaslu Polman.

Sebelumnya, beredar video lima bupati di Sulbar serta Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar yang mendeklarasikan dukungan ke salah satu pasangan calon presiden.

Baca Juga : “Tak Ada Satu Pun Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu yang Diselesaikan Presiden Jokowi”

Kelima bupati tersebut adalah Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar, Bupati Mamuju Habsi Wahid, Bupati Mamuju Tengah Aras Tammauni, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Bupati Mamasa Ramlan Badawi, dan Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar.

Dalam rekaman video tersebut, para bupati dan wakil gubernur menaikkan simbol jari sambil berkata mendukung salah satu pasangan calon presiden tertentu.